Sharing seputar informasi BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan terbaru

Sabtu, 10 September 2016

Manfaat Layanan Tambahan Perumahan BPJS Ketenagakerjaan

Demi membantu pemerintah mengurangibacklog perumahan terutama untuk pekerja, Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menelurkan program manfaat layanan tambahan perumahan.

"Manfaat layanan tambahan perumahan merupakan salah satu program yang ada di empat program kami seperti jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, dan program pensiun," kata Kepala Urusan Investasi Properti BPJS Ketenagakerjaan Edy Subagyo, di Jakarta, Rabu (7/9/2016).
Adapun manfaat layanan tambahan perumahan ini terdiri dari empat jenis, yakni pinjaman uang muka perumahan (PUMP), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit konstruksi (KK), dan pinjaman renovasi perumahan(PRP).
Untuk KPR, BPJS Ketenagakerjaan membedakannya menjadi dua macam yakni KPR subsidi dan non-subsidi.
KPR subsidi diberikan untuk rumah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah dengan maksimal pembiayaan KPR plus Pinjaman Uang Muka (PUM) sampai 99 persen dan suku bunga sesuai ketentuan pemerintah 5 persen.
Sedangkan untuk KPR non-subsidi diberikan untuk rumah dengan harga maksimal Rp 500 juta dengan maksimal pembiayaan KPR+PUM hingga 90 persen dan suku bunga dari BI Rate+margin bank sebesar 3 persen.
Sementara itu kredit konstruksi diberikan untuk keseluruhan peserta BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk pembangunan rumah tapak dengan suku bunga dari BI Rate+margin bank.
Terakhir, untuk PRP, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pinjaman maksimal Rp 50 juta dengan tenor selama 10 tahun.
Sasaran manfaat layanan tambahan perumahan ini terbagi ke dalam dua segmen, yakni segmen rumah pekerja dengan penghasilan Rp 5,7 juta hingga Rp 10 juta dan segmen fasilitas likuiditas pembiayaanperumahan (FLPP) dengan gaji kurang dari Rp 5,7 juta.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Manfaat Layanan Tambahan Perumahan BPJS Ketenagakerjaan

0 komentar:

Posting Komentar